Selasa, 18 Agustus 2020

Puisi Untuk Guru & Kepala Sekolah yang Membumi

 

MATA PELAJARAN KEHIDUPAN

Hari ini, aku mencatat pelajaran dari jejakmu, manusia kuat.

Guru, yang  tidak hanya mengajarkan mata pelajaran biasa, Namun lebih lagi – Pelajaran Kehidupan.

Kau mengajarkanku untuk terus mengandalkan Tuhan Yesus, dan tetap berdiri di atas kakiku sendiri.

Untuk tidak menyerah dengan keadaan, Untuk menghadapi semuanya dengan Kasih.

 

Aku melihat dirimu, yang  tak dapat mengendarai motor dan mobil, walau memilikinya.

Namun aku menyaksikan, bahwa dengan keterbatasan langkah, tapak mu bahkan terlihat dimana-mana.

Aku merasakan kerendahan hati dari caramu bertutur  kata. YA, kau terus memikirkan perasaan orang  lain, dengan  kata-katamu  yang jarang, bahkan tak pernah menyinggung diriku.

Aku juga melihat kesungguhan mu dalam melakukan semua kewajiban. Namun, lagi-lagi,  dengan gaya humorismu, kau akan berdiri di sana, memanggil namaku dengan tambahan si ganteng, membuatku tertawa, dan kita memulai percakapan untuk memajukan tempat pelayanan kita.

Kau Sosok bersahaja, yang  mengajarkan ku memperlakukan semua  orang dengan cerminan diriku, bahwa aku dan mereka sama adanya dimata Tuhan.

 

Tentang Berlari dan Berjalan, dalam hidup ada dua pilihan.

Berlari sendirian, membuat kita sampai ketujuan lebih cepat. Atau,

Berjalan bersama yang  akan terasa lebih lambat, namun kita  ‘kan mencapai tujuan dan merayakan sukacita proses  yang  lebih besar.

 

Terimakasih untuk kesetiaanmu,  memilih terus berjalan bersama dalam suka maupun duka sampai akhir.

Kini,  tapak kaki yang terus melangkah, sudah tiba di Perhentian Sukacita.😇😊

Selamat beristirahat guruku, Terimakasih untuk Mata Pelajaran Kehidupan,

selama ini.

Tapakmu, akan kami teruskan.

 

  Sorong, Papua Barat

Senin, 10  Agustus 2020

  Cindy Chrisan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar