Ruang Baru


SENIN, 19 AGUSTUS 2019
AIMAS, KABUPATEN SORONG, PAPUA BARAT
SMK YPK PENGHARAPAN

Hari ini, tepat kulangkahkan kaki ini ke satu perjalanan baru, lagi. Yah, perjalanan baru dimulai. Dalam nama Yesus, Amin.

Pukul 07.30 tiba di tempat ini. Bertemu dengan para guru dan siswa yang memulai pembelajaran dengan apel dan ibadah OSIS.

Rasanya seperti baru kemarin bermain dan belajar bersama anak-anak dan bapa mama guru di pulau Sabu, NTT, kegiatan bersama Indonesia Mengajar.  

Dan tiba-tiba, saya ada di sini, sekarang.

Memulai hari bersama siswa kelas XI ATPH. Anak-anak papua ini membuat ku tiba-tiba rindu dengan suasana sekolah di pulau selatan Indonesia sana, Sabu Raijua. Lot, Penias, Roy, Kelvin, Jenni sang ketua kelas, Ros dan Diana. Total siswa yang akan membersamaiku dalam mata pelajaran Pengembangan Produk Kreatif sebanyak 14 siswa.
Aku menunggu untuk bertemu 7 siswa lainnya.

"Kenapa kalian mo masuk di SMK sini? Mau sendiri atau dapat suruh dari orang tua?"
Jujur saya penasaran dengan alasan mereka. Mengapa? Karena setiap orang punya alasan. Bahkan mengikut arus pun adalah sebuah alasan, pilihan. Seperti saya yang sangat tak menginginkan menjadi seorang guru pada awalnya. Dan sekarang, saya ada dimana?
 Alangkah lucunya jalan hidup yang Tuhan gariskan. Selalu tertawa ketika mengingat bagaimana awal kuliah dengan berat hati. Dan sekarang malah bersemangat menjalaninya.

Setelah perkenalan singkat, kami memulai kegiatan dengan membersihkan laboratorium pertanian. Cukup melelahkan. Hingga ke-7 jagoan ku tidak sempat istirahat, dan jam mulok dari ibu Siska dipakai 1 jam pelajaran. Terimakasih bu.

Mereka adik-adik hebat, terutama Roy yang membantuku hingga selesai, mengatur barang-barang kembali dalam lab. Kelvin yang sering berteriak, Lot dan Penias yang pendiam (mungkin karena baru pertama bertemu,hehe), Jenni yang pemberani dan cepat bergerak, Diana yang tinggal paling jauh hingga di SP 1 dan harus berangkat subuh untuk menunggu taksi (angkot) supaya tidak terlambat ke sekolah, juga Ros yang kalem.

Sekarang tanggung jawab yang baru sedang diemban. Berhasil, maju atau tidak, saya hanya bisa berusaha. Semaksimal yang saya bisa.

Satu hal yang pasti, saya akan terus bertemu peserta didik. Belajar dari mereka, berbagi apa yang saya tahu, menyemangati mereka bahwa mereka bisa, melihat perkembangan mereka sebagai........ murid saya di sekolah :)

Semoga Tuhan menyertai dan memberkati langkah selanjutnya. AmIn
 

Komentar