Rabu, 02 Oktober 2013

Mekanisme Interpreter dalam Menerjemahkan dan Mengeksekusi Perintah

Mekanisme Interpreter dalam Menerjemahkan dan Mengeksekusi Perintah

Komputer merupakan benda yang “bodoh” yang hanya bisa menjalankan instruksi dalam bahasa mesin, bukan bahasa manusia. Komputer yang pertama diprogram langsung dengan menuliskan bahasa mesin ke dalam komputer, seiring berlalunya waktu, hal itu dirasakan tidak efisien sehingga diciptakanlah bahasa assembly, berupa kata-kata singkat yang lebih mudah diingat dibanding dengan kode yang harus dimasukkan langsung. Bahasa assembly sebenarnya tidak jauh dari bahasa mesin namun sudah cukup untuk membantu pemrogram menulis program dengan lebih mudah. Bahasa assembly ini disebut sebagai bahasa tingkat rendah.

    Pada tahun enampuluhan, para ahli mulai banyak membuat bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh manusia, bahasa tersebut disebut sebagai bahasa tingkat tinggi. Ada banyak bahasa yang diciptakan, bahkan sangat banyak, namun sedikit yang bertahan hingga saat ini. Tapi semua bahasa tersebut memiliki kesamaan yaitu bahwa mereka tidak bisa langsung dimengerti oleh komputer sehingga perlu diterjemahkan ke dalam bahasa mesin.

    Penerjemahan dapat dilakukan dengan menggunakan program (yang pada awalnya dulu ditulis dengan bahasa assembly) yang bisa berupa sebuah interpreter atau sebuah kompilator (atau gabungan dari keduanya). Program penerjemah tersebut akan memeriksa sintaks (format penulisan) apakah benar atau tidak, lalu menerjemahkan program tersebut ke dalam bahasa mesin.

Interpreter adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang menerjemahkan setiap baris perintah dan langsung mengeksekusinya. Cara kerjanya seperti penerjemah turis asing yang mengartikan kalimat demi kalimat.

     Kelebihan interpreter adalah pengembangan program lebih cepat, tidak perlu melakukan kompilasi yang mungkin butuh waktu lama, namun kerugiannya setiap kali program perlu dijalankan, interpreter harus bekerja lagi.


Interpreter menerjemahakan intruksi selama program diminta untuk dieksekusi maksudnya jika kita ingin menjalankan program awalnya kode sumber (program asli yang ditulis oleh pemrogram) diterjemahkan kedalam bahasa mesin per baris intruksi setelah dipahami oleh komputer maka intruksi tersebut dapat dijalankan. Begitu pula dengan intruksi selanjutnya.

Dalam ilmu komputer, penerjemah atau lebih dikenal dengan interpreter merupakan perangkat lunak yang berfungsi melakukan eksekusi sejumlah instruksi yang ditulis dalam suatu bahasa pemrograman, sebuah penerjemah dapat berarti:
1.     Mengeksekusi kode sumber secara langsung, atau
2.     Menerjemahkannya ke dalam serangkaian p-code kemudian mengeksekusinya, atau
3.     Mengeksekusi kode yang telah dikompilasi sebelumnya oleh kompiler yang merupakan bagian dari sistem penerjemahan.
Perl, Python, Ruby, dan MATLAB adalah beberapa contoh perangkat lunak penerjemah bertipe 2, sementara Java termasuk dalam kategori tipe 3, namun dalam beberapa kasus Java dapat digolongkan pula ke dalam kategori tipe 2.
Meskipun penerjemahan dan kompilasi merupakan dua jenis mekanisme implementasi pada sebuah bahasa pemrograman, keduanya tidak berarti memiliki perbedaan secara signifikan. Hal ini disebabkan cara kerja sebuah penerjemah dalam banyak hal adalah sama seperti halnya yang dilakukan oleh kompiler. Penggunaan istilah "bahasa pemrograman terjemahan" dan "bahasa pemrograman kompilatif" umumnya digunakan sebatas untuk membedakan implementasi dari bahasa tersebut menggunakan model penerjemahan atau kompilatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar